Es Krim, Kopi Tubruk dan Sang Waktu

Hari ini fitur memory timeline dari beberapa akun med-sos menjadi pengingat saya bahwa waktu berlalu dengan cepat. Tepat setahun lalu, saya bersama beberapa teman menelusuri beberapa kota di bagian tengah pulau Jawa.

Perjalanan yang diawali dari staisun Tawang itu saya tutup di stasiun Bandung. Setahun lalu saya diingatkan bahwa Allah tidak akan menguji umat-Nya melebihi kemampuan kemampuannya.

Kala itu si pemberi pesan menekankan bahwa suatu hari nanti saya akan paham makna dari pesan tersebut. Sekitar 360 hari yang lalu saya menganggapnya sebagai wejangan biasa, namun saat ini saya mulai meresapinya sebagai bagian dari alasan bahwa Sang Khalik selalu menemani saya dalam setiap langkah saya. Yang saya tidak sadari adalah perjalanan panjang dari kota Solo itu merupakan pembuka dari perjalanan saya yang sebenarnya.

Lewat tulisan ini saya tidak ingin mengupas mengenai perjalanan spiritual saya. Saya hanya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman menarik yang saya temukan bersama teman-teman seperjalanan saya. Tapi, saya juga tidak ingin memulai dari es krim atau kopi tubruk. Saya justru ingin memulai cerita ini dari sang waktu.

Ah, entah kenapa, seminggu belakangan saya sangat tergoda untuk menulis sesuatu mengenai waktu. Saya yakin beberapa abad dari sekarang, melintasi waktu bukanlah hal yang mustahil dan saya sangat tergoda untuk meminjam kalimat terkenal milik Audrey Heprun untuk menyanggah kata mustahil alias si impossible, “the word itself says I’m possible.

Saya pun percaya tidak ada yang mustahil, jika Sang Khalik berkehendak. Akan tetapi, you can’t change the past yet you can learn from it. Meskipun kita bisa melintasi waktu dan menilik ke masa lalu, mengubahnya adalah cerita yang lain lagi. Itu yang saya pahami minggu ini lewat Alice through the looking glass.

Kenapa? Karena waktu adalah yang paling bijak. Ia tidak memihak siapapun. Akan tetap seperti itu bahkan jika peradaban manusia menjadi sangat modern hingga mampu melampaui seluruh hukum fisika seperti penggambaran beberapa menit terakhir dalam Interstellar.

Dengan cara bercerita yang sangat berbeda, kedua film tersebut mengajarkan kita bahwa kita hanya belajar dari masa lalu namun tidak bisa mengubahnya. Apa yang terjadi kemarin dan hari ini memang sudah pasti akan terjadi. Dalam kesalahan atau kesulitan apapun pasti tersisip pembelajaran. Maka, dengan bekal pemahaman ini apa yang bisa kita lakukan untuk masa depan? Menjadi pribadi yang lebih baik atau mengasihani diri sendiri dan tidak pernah naik tingkat dalam hidup.

Semakin saya telusuri, temuan saya mengenai sang waktu ini semakin menarik. Hasil guggling saya berhenti pada seorang tokoh bernama Christiaan Huygens, seorang warga Belanda yang berjasa menemukan jam pedulum. Tidak hanya berjasa menemukan jam pendulum, Christiaan juga yang pertama meneliti cincin Saturnus dan salah satu bulannya, Titan. Daftar temuan Christiaan membuat saya terkagum-kagum tapi yang lebih menarik adalah bagaimana bisa dia tumbuh menjadi sosok dengan temuan-temuan luar biasa.

Maka saya menggali sedikit lebih jauh dan saya hanya akan mengupas satu temuan sederhana, yaitu tentang Ayah Christiaan. Constantijn Huygens, sang Ayah merupakan seorang diplomat dan penasehat House of Orange – semacam penasehat bagi kerajaan. Yang menarik bukan fakta bahwa ia adalah juga seorang penyair dan musisi tetapi fakta bahwa ia merupakan teman dari tokoh-tokoh besar seperti Galileo Galilei, Marin Mersenne dan René Descartes. Jadi untuk sementara saya tutup rasa kepo saya dengan kalimat singkat, “ternyata orang-orang besar itu berteman…”

Nah sekarang menilik sedikit ke judul diatas soal es krim dan kopi tubruk.

Perjalanan berdurasi 6 hari itu menyisipkan beberapa cerita buat saya dan teman-teman. Meskipun kita kurang beruntung gak sempet mendarat di Karimun-Jawa karena kondisi ombak yang kurang bersahabat, kita ubah rute perjalanan ke kota-kota di Jawa Tengah. Pemberhentian pertama, Jepara. Belum ada cerita es kirim di kota ini, tapi beberapa tempat meninggalkan kesan menenangkan buat saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s