Where have all my finest friends go?

iStock_000015032710_Small

Teh lemon pink bertajuk passion ikut menemani obrolan panjang hari ini, mengupas cerita tentang seberapa jauh masing-masing dari kami sudah melangkah. Perubahan dalam memaknai hal-hal yang sudah dan akan terjadi esok. Yah, hari ini kami berdiskusi tentang makna. Aneh, bagaimana kami bisa sejalan dan berbeda disaat yang bersamaan.

Berbeda, karena aku bisa dengan mudahnya menjawab semua pertanyaan dengan lelucon ringan sedangkan dia selalu menanggapi setiap pertanyaan dengan gayanya yang serius. Dia bilang lelucon apapun yang keluar darinya akan terasa kurang pas. Aneh, meskipun kami menyandangi jalan yang sama namun dalam periode yang berbeda, kami memahami makna perjalanan tersebut dengan cara yang sama. Untuk lebih menyakini Dia yang tidak terlihat.

Jalan yang dulu pernah kulalui kini ingin dia sandangi, sedangkan aku semakin tenggelam dalam dunia yang berusaha dia hindari. Akupun hanya bisa tertegun ketika sobatku ini menyimpulkan bagaimana seolah kita telah bertukar peran.

Kurasakan betapa kerasnya dia berusaha untuk mengembalikanku ke bumi. Yang tidak bisa kupungkiri adalah melihat satu sisi dunia yang lain justru semakin membuatku ingin menyandangi sisa dunia yang lain. Salah satu hal yang justru membuatnya selalu mengkhawatirkanku, hingga menyisipkan namaku dalam doa-doa malamnya.

Tanpa disadari, ternyata sejak dulu hingga sekarang, kami selalu berada di dunia yang berbeda. Namun, bukankah persahabatan ini indah pada saat kita bisa berbagi cerita yang berbeda. Saat kita bisa mengambil pembelajaran dari yang lainnya dengan ditemani dua gelas lemon tea, satu latte dan tiga potong roti, hingga tujuh jam pun berlalu tanpa terasa.

Ah, how I missed this kind a talk! Where have all my finest friends go. Obrolan-obrolan yang selalu menginspirasi, hingga membuat jemariku menari diatas keyboard. Bukan apa yang diobrolkan, namun dengan siapa kita berbagi obrolan tersebut. Bukan tempat atau hidangan yang disuguhkan, karena satu obrolan singkat di sebuah warung kopi di pom bensin pejompongan pun pernah membuatku ingin bermimpi dan merasa yakin bisa merambah dunia.

Lewat catatan singkat ini, ingin kusapa para sobat yang pernah melipir ke teras rumahku untuk sekedar numpang kopi-kopi gratis, rujakan, nganter pulang, atau sekedar ngobrol hingga pagi menjelang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s