Saya mau instan, tapi…

Semua serba instan. Makanan siap saji dalam enam puluh detik. Ketenaran diraih dalam delapan minggu. Fakta nyata yang membuat sebagian orang melupakan pentingnya proses. Dapatkah kita menemukan nilai yang terselip dalam kondisi yang serba instan ini.

Banyak jalan menuju Roma. Lalu, mengapa merepotkan diri memilih jalan terjal penuh kerikil jika modernisasi sudah menyuguhkan kita dengan jalan yang beraspal. “Kan sudah ada pesawat mengapa lalu mengapa memilih kapal layar. Bukankah itu tindakan bodoh?”

Atau memang masih ada orang-orang sekedar ingin menjadikan perjalanan itu lebih berarti. Nah, siapa yang siap mengabiskan semalam suntuk untuk memperdebatkannya.

Namun harus diakui dalam beberapa dekade kedepan, bakat akan menjadi faktor pendorong yang penting. Bisa jadi orang-orang akan mulai melupakan latar belakang pendidikan. Pertanyaanpun akan beralih pada, “Apa yang bisa anda lakukan?” dan “Apa passion anda?”

Omong kosong. Hahaha. Yah, siapa saja boleh berpendapat.

Beberapa tahun belakangan banyak bermunculan reality show yang berfokus pada penemuan bakat-bakat mentah. Mulai dari ajang pencarian top model skala dunia; mengubah koki-koki amatir menjadi masterchef; para pengusaha sukses yang menantang keberanian wiraswatawan muda untuk berkembang; sampai penawaran posisi magang pada perusahaan ternama dunia, Trump corporation, Elle magazine dan lainnya.

So, it is fair to say: “Raw talent is the new addicts.”

Yang menarik untuk disoroti dalam hal ini adalah para kontestan yang terlibat didalamnya jelas berbakat. Terlepas dari mereka punya pengalaman yang sesuai atau pendidikan yang mendukung, bakat mentah mulai menguasai dunia. And mostly, they love what they do. Simple reason: they all passionate on what they do.

So, if you’re feelin’ not passionate in what you’re doing, think it over. Dengan kata lain, jika anda montir, perbaiki setiap kendaraan seperti milik anda sendiri. Profesional bukan berarti lupa menuangkan rasa dalam setiap hal yang kita lakukan.

Find your passion. Yang akan mendongkrak semangat kita setiap harinya. Berhentilah, pada saat kita mulai menghitung segala sesuatu seperti transaksi jual-beli dengan menuntut kesepadanan.

Love what you do, put passion into it. Mungkin hanya mereka yang berorientasi pada aktualisasi diri yang mengerti. Maslow memaparkan proses aktualisasi diri sebagai perkembangan atau penemuan jati diri dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri atau yang masih terpendam. Istilah lainnya ‘menjadi manusiawi secara penuh.’

Sosok yang teraktualisasikan muncul sebagai pribadi yang mampu memanfaatkan secara penuh bakat, kapasitas, dan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Orang-orang semacam ini memenuhi dirinya dengan melakukan yang terbaik yang dapat dilakukannya. Mereka bekerja keras karena berminat pada pekerjaannya. Kecenderungan mereka adalah mengaburkan batas antara bekerja dan bermain. Bekerja bagi mereka memberikan kenikmatan dan kegembiraan.

Perlukah aktualisasi diri? Aktualiasi diri merupakan pembaharuan cita-cita baru yang lebih tinggi dan perjuangan untuk mencapainya. Demikianlah seterusnya, hingga seseorang bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin diperoleh. Namun, setiap orang tetap dibebaskan untuk memilih.

Sisi positif yang juga kelemahan dari seorang aktualis adalah mereka cenderung kreatif dan spontan. Kedua sifat ini biasanya dibarengi dnegan fleksibilitas, keberanian, berani membuat salah, keterbukaan dan kerendahan hati. Kreativitas di sini lebih mirip pada kreativitas anak-anak sebelum mereka dikenalkan pada rasa takut akan cemooh orang-orang lain. Sayangnya, sifat-sifat semacam itu kerap hilang saat kita beranjak dewasa. Semua ini bisa melemahkan jika sang aktualis belum memiliki mental yang kuat.

***
PS: buat Dita…makasih inspirasinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s