Karena hidup hanya sekali

Kerap kita merancang cita-cita atau keinginan yang luar biasa namun lupa untuk merancang anak-anak tangga yang akan membuka jalan untuk sampai kesana. Bahwa bagian terpenting dari sebuah tujuan, baik besar atau kecil, adalah proses.

Seorang anak tukang kayu berkulit hitam yang bercita-cita menjadi dokter ditengah rasisme yang sangat kentara di negeri Paman Sam. Situasi dimana seorang warga kulit hitam pekerja, apalagi golongan kelas 3 tidak diperbolehkan masuk gedung John Hopkins dari pintu depan.

Suatu ketika, seorang dokter bedah ternama tempat pemuda itu berkerja sebagai tukang sapu berkomentar, “Sangat ambisius, apakah kau sadar itu?”

Pemuda itu meletakkan sapunya dan menjawab, “Aku hanya ingin melakukan hal yang kusukai, seperti ayahku menyukai profesinya sebagai tukang kayu.” Dialah Vivien Thomas.

Bersama dengan dokter ahli bedah, Alfred Blalock, keduanya dikenal sebagai pioneer bedah jantung. Tehnik bedah jantung modern lahir dari riset kedua tokoh itu atas kasus Tetralogy of Fallot atau dikenal dengan istilah Blue Baby Syndrome. Kondisi yang muncul akibat kelainan pada jantung si bayi.

Vivien Thomas berhasil meraih gelar dokter dari John Hopkins tanpa mengenyam bangku kuliah. Tentu saja dengan tidak mudah. 34 tahun hubungan kerjanya dengan Blalock pun dibumbui dengan kesulitan, penghinaan dan hal lainnya yang kita kategorikan sebagai rintangan.

Blalock memboyong Thomas ke John Hopkins sebagai asisten lab. Pil pahit terpaksa ditelan Thomas saat tahu John Hopkins hanya menghargainya sebagai seorang pembersih yang masuk dalam kategori pekerja kelas 3, padahal Blalock sendiri mengakui bakat Thomas diatas meja operasi adalah anugerah dari Tuhan.

Pil pahit kedua, Blalock mendapatkan pengakuan sebagai seorang dokter bedah jantung pertama atas keberhasilan operasi Blue Baby Syndrome. Thomas yang menjalankan 90% riset operasi itu dan penasehat dalam proses operasi aseli bahkan tidak disebutkan namanya dalam jamuan makan keberhasilan Blalock, apalagi diundang.

Tiga tahun setelah kematian Blalock, foto Thomas akhirnya dipasang bersebelahan dengan ahli bedah kulit putih itu dan mendapatkan gelar dokter yang memang layak dia terima atas kerja keras, kesabaran, kepandaian, dan kecintaannya pada hal yang dia lakukan.

Bagi Thomas, titik yang menjadi tujuan adalah dokter. Dia menaiki anak tangga pertamanya sebagai seorang pembersih lab dengan tugas utama membersihkan pinset dan perangkat lab kedokteran lainnya. Baginya, itu membawanya selangkah lebih dekat dengan keinginannya yang jauh lebih besar.

Ingat, rintangan pasti ada, oleh karena itu, ingatkan dirimu akan hal-hal yang ingin dicapai. Tulis dalam daftar, mulai dari yang terkecil hingga terbesar. Urutkan, layaknya anak tangga atau permainan video game yang semakin sulit dengan bertambahnya level.

Bangunlah jembatan yang menghubungkan
antara keyakinan dan kerja keras,
tekad dan kegigihan,
untuk mencapai yang tujuan yang diharapkan.

Ketika banyak hal tidak berjalan sesuai harapan,
yakinlah hasil akhir pasti akan jauh melebih harapan.

Bersyukur saja tidak cukup,
berusahalah mengerahkan yang terbaik yang kau bisa.

Pastikan untuk melewati semua pintu dan jendela
sebelum akhirnya kau putuskan menyerah
atau meminjam label pasrah.

Karena hidup hanya sekali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s