melepas romadhon, sambut takbir…

Belum cukup Ya Rabb; kuagungkan kebesaranmu, sujudku dimalam-malam-Mu; pantaskah kumohon kembali fitroh?

Akhirnya, sampai juga ku dipenghujung Romadhon. Rintik-rintik hujanpun akhirnya turun menutup mendung yang telah hadir sejak sore ini. Alam pun menangis melepas bergulirnya sang bulan suci. Akankah kutemui lagi bulan penuh berkah ditahun yang akan datang. Doaku pada-Mu ya Rabb…

“Bulan obral pahala,” ingatku akan ucapan salah seorang sobatku. Di romadhon ini teman, kau mengajarkanku untuk meminta pada-Nya. ”Karena Allah maha kaya,” kalimat yang kau lontarkan saat itu. Akhirnya dia bergulir teman, sang romadhon telah bergulir…

Kudengar gema takbir dari kejauhan, menggemakan kebesaran-Nya. Mari sambut hadirnya syawal. Melepaskan bulan suci penuh berkah dengan mengharap keridhoan-Nya; mengharapkan kembali pada kondisi suci; karena Dia maha pengasih lagi maha penyayang.

Jangan lupa teman, lihat sekelilingmu. Jangan sampai terlewat kawan, dia yang merasa lapar disaat kau merasa berlebih; dia yang compang camping saat kau terbalut pakaian indah. Tunjukkan kesederhaanmu sobat, perlihatkan syukurmu pada-Nya.

Syawal penuh berkah. Teriring kumandang kebesaran-Nya, maaf yang kadang sulit terucap pasti lebih mudah terlontar. Lewat catatan singkat ini teman, sobat, maaf jika tindakanku menyebabkan luka; kata-kataku menyinggung hatimu dan amarahku menampar harga dirimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s