hanya satu masukan…

Seratus orang boleh memberi masukan atas masalahmu, tapi ingat teman, pada akhirnya keputusan ada ditanganmu. Kadang membagi cerita hanyalah alasan untuk meringankan beban. Pernah gw tulis sebelumnya, kadang bersikap egois itu nyaman, hanya ingin didengar dan beban itu rasanya…terasa lebih ringan.

Beberapa hari lalu seorang temen lama mendaratkan suratnya ke inbox gmail gw. Gw tau seberapa keras usahanya tuk menghubungi gw. Ntah kenapa gw hanya terdiam, seolah menonton dari kejauhan.

Maaf ya sayang via notes kaya gini…coz ada beberapa orang yang mengalami masalah yang gak jauh beda, tanpa menyebut satupun nama dari kalian, gw coba paparin pendapat gw.

Gw inget satu status FB, “tua itu pasti, dewasa adalah pilihan.” Melabelkan diri sebagai sosok yang dewasa gak pernah mudah. Butuh keberanian…n gw yakin lo bisa.

Maaf ya, hard as it can be, tapi lo harus mempertimbangkan orang-orang yang ada di sekitar lo, terlebih mereka yang lo sayang. Percaya apa gak, beberapa orang iri dengan apa yang lo punya.

Bener kata mereka, kita gak akan pernah dapetin yang kita mau, tapi kita akan mendapat apa yang kita butuhkan. Bukan karena Tuhan gak sayang loh or karena kita gak beruntung, tapi karena itu yang terbaik. Ini bagian tersulitnya, disaat semua terasa menyesakkan, sulit untuk bernafas dan sang hati menolak untuk tersenyum, kalimat “ini yang terbaik” gak akan mudah dicerna.

Jangan kaya jam yang gak diganti baterainya, terdiam sedang orang-orang disekeliling lo dah ambil 1000 langkah. Mencoba mengembalikan waktu yang dah lewat itu gak akan berhasil non.

Lo harus bergerak maju dengan apa yang lo punya sekarang, jangan mundur dan terbuai pemandangan oase di padang pasir. Gak nyata say! Keputusan yang dah lo ambil harus dipertanggung jawabkan, meskipun terkadang dia diambil bukan berdasarkan alasan yang “tepat.”

Satu lagi, jujur berat ya…tapi you hav2 do that.

Jadi inget Vina, doi pernah kasih notes kecil pas kuliah dulu. Katanya kita akan bertemu dengan empat jenis orang. Diri lo sendiri, orang yang lo cintai, orang yang mencintai lo n terakhir orang yang akan spend the rest your life with.

Sayangnya, didalam note itu ditulis ketiga orang terakhir terkadang bukan orang yang sama, tapi semuanya akan menjadi bagian terpenting dalam hidup lo.

Let it go non…alias lepasin…gw yakin dari awal lo dah tau apa solusi dari dilema lo. Bersiap aja buat yang terburuk tapi yang pasti gw n temen2 lo lainnya siap sedia-in bahu or jadi pendengar buat lo.

Buat beberapa temen yang selalu setia dengerin basi2nya gw…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s