Kenangan di Toegalan

Rasanya banyak yang tertinggal dibelakang. “rasanya baru kemarin ya ti…” ingatku akan ucapan bu Pol Sabtu ini. Bu Polzia, guru bahasa Indonesia-ku waktu duduk di bangku kelas 2 toegalan. Wali kelas yang insipiratif.

Sabtu kemarin ku kembali menapaki lorong itu. Lorong yang selalu ku lewati saat ku es em pe. Meski banyak bangunan yang sudah direnovasi, peralatan canggihpun telah terpasang, mulai dari punya lab bahasa sampe punya studio mini buat siaran radio.

Sekolahku benar-benar banyak berubah. Tapi, rasa itu masih sama. Perasaan saat ku memasuki gedung itu. Aku hanya terdiam disana selama beberapa saat. Menyaksikan anak-anak berlatih basket dan voli ditemani mas beng, petugas TU yang selalu aktif, bahkan hingga sekarang. Diusianya yang tidak lagi muda, dia masih terlihat sangat bersemangat. Luar biasa…!! ternyata beberapa hal memang tidak berubah.

Lalu kudengar kalimat itu, ”ti, ada bu Pol tuh!” seketika itu juga berubahlah raut mukaku. Perjumpaan dengannya memang diluar perkiraan, akupun segera berlari-lari bak anak es em pe yang dikejar bel masuk untuk menyalami salah satu guru favoritku itu.

Nampaknya tidak banyak yang berbeda dari dirinya, ”apa kabar bu?” tanyaku. ”baik..” dia terlihat agak kesulitan mengingat namaku, tapi jelas dari raut wajahnya dia ingat aku.

”suharti bu,” ucapku. ”iya, ti, kamu juga apa kabar? Kerja dimana sekarang?” buatku ini pertanyaan khas tiap guru yang bertemu mantan muridnya, karena toh akupun sering menanyakan hal yang serupa pada setiap mantan muridku, selain gimana kabar cowo kamu, tentunya [hihihihihi, maklum waktu ngajar gw ngerangkep jadi dokter cinta dadakan n psikolog gadungan]

”di bisnis indonesia bu,” ujarku. Obrolanpun berlanjut, dia menanyakan semua teman sekelasku waktu di 2-3. ”kamu seangkatan sama vikto kan?” tanyanya. ”iya,” jawabku singkat.

”seperti baru lewat kemarin ya ti,” dia kembali mengulang kalimat itu. Dan memang harus kuakui kurasakan hal yang sama. Dia memberikan kabar mengenai beberapa temanku. Ada Ikasari yang dah nikah katanya dan dah punya 2 orang momongan. Santi alis Nur Malahayati katanya juga dah merit, undangan sempat mampir kerumahnya lewat tangan Santi sendiri, teman sebangku-ku saat itu. Ada juga cerita tentang Mohan, Dian, Ndaru Hani, sampe Rahmi, sang ketua kelas yang gayanya selalu sederhana.

Kuceritakan aku sedikit perjalananku padanya, pengalaman mengajarku, tempat-tempat yang telah ku lewati, orang-orang yang kutemui dan hal-hal mengagumkan lainnya.

”bu, kenapa reuni gak di sekolah?” tanyaku. ”keamanannya ti, kan repot nanti kalo banyak yang datang,” jawabnya.

”Ooouuw…, padahal kan asik ya bu, pulang kembali,” ujarku sambil kembali menyaksikan anak-anak yang asik dengan permainan basketnya.

Waktupun membatasi karena aku harus bergegas memberi privat pada Farraz, murid kecilku yang sangat jenius jika menyangkut bahasa Inggris, pemahaman yang luar biasa dan cuma dia muridku yang bisa kumarahi pake bahasa Inggris.

Lucu, akhirnya sepanjang jalan menuju rumah Farraz, aku kembali mengingat beberapa hal yang telah berlalu. Maaf bu, hal yang satu ini saya tidak sependapat dengan ibu. Jika masa lalu memang bisa diulang, saya ingin mengulang semuanya lagi, tanpa terkecuali, seberapapun sakitnya.

”kamu bahagia, puas ya sama hidup?” selidiknya kala itu. ”Semua yang saya lewati membentuk saya yang sekarang, apapun bentuknya,” ucapku padanya siang itu. Aneh, aku bisa mengucapkan kalimat itu dengan tanpa keraguan.

Pertemuan yang menarik, membawaku pada sederet ingatan yang hampir terlupakan. Masa-masa waktu sering menyelinap keluar kelas dan menikmati semangkuk bakso kantin, meneriaki tukang otak-otak agar bersedia mangkal dekat jendela kelas kami [maklum waktu itu belum renovasi, jadi lom ada pagernya, cuma kawat-kawat doank]. Rapat-rapat osis yang membuat aku bisa keluar dari jam pelajaran, meski kadang dengan berat hati [wakakakka, sulit dipercaya].

Rasanya semua tersegarkan kembali, bener kata bu Pol. Rasanya baru kemarin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s