Watchmen: action terbalut drama

“Never compromised even in the face of Armageddon,” ujar Rochsach dalam Watchmen. Personally, gw tidak akan mengkategorikan film ini sebagai film ber-genre action. Gw lebih suka mengkategorikannya kepada film drama.

Ditengah masyarakat kita, mungkin film ini bisa dikatakan tidak menarik alias membosankan, buktinya beberapa penonton memilih pulang sebelum film habis or tanpa sadar menikmati tidur sejenak saat film diputar.

Memang, harus gw akui sempat merasa bosan dengan 1 jam pertama pemutaran film, coz alur yang maju-mundur. Tapi pesan yang disuguhkan Watchmen cukup menawan. Gw rasa, itulah kontradiksi yang ada di masyarakat kita saat ini.

Gw pernah berfikir dunia tanpa perang pasti menyenangkan. Perdamaian memang terasa indah. Entah itu untuk sekedar diucapkan, dibayangkan atau direalisasikan, yang pasti 2 kata yang pertama lebih gampang dicerna.

Gw jdi menerawang, mengingat kalimat-kalimat yang dilontarkan temen-temen lama gw n entah mereka ngutip darimana. Heran, kadang-kadang mereka bisa bijak juga selain bergila-gila ria.

”klo lo gak pernah sedih, lo gak akan nikmatin bahagia.” kata A. “betul tuh ti, dari situ lo tau bedanya,” tambah si B dengan gaya serius. ”kadang lo perlu sakit say, jadi lo menghargai sehat lo,” C nampak lebih ngotot.

Menarik juga klo diingat. Nah, di film Watchmen yang gw tonton semalem, perdebatan berlangsung seputar gimana lo ngeliat realita yang ada, dibalut dengan dilema para para tokoh superhero saat mereka tak lagi dibutuhkan masyarakat jadi pensiun dan kehilangan excitement dalam keseharian mereka.

Alhasil, saat dihadapkan pada pilihan untuk nyelamatin masyarakat dunia yang dah bobrok ini mereka bingung. Konfliknya, perang nuklir, gimana mencegah jatuhnya miliaran korban. And yang bikin gw merasa agak miris, yang terjadi akhirnya salah satu tokoh Adrian Veidt memilih secara sengaja dan terencana ngorbanin jutaan orang buat menyelamatkan miliaran, untuk perdamaian tentunya. Dan memang terwujud, dunia aman tanpa perang.

Pertanyaannya…apakah sepadan? Perdamaian yang disuguhkan pun sebenernya hasil ilusi, diciptakan dari tipu daya, tanpa sadar masyarakat dunia dikelabui. Nah, bagian ini menurut gw menarik, karena ada pertentangan antara tokoh-tokoh superhero itu. Pilihannya adalah, membeberkan kenyataan n perang nuklir yang muncul berikutnya or keep silent, maka perdamaian semu akan terjaga. Sampai kapan?

Rochsach yang gw sebutin diawal terkesan lebih keras atau mungkin lebih tepatnya berprinsip. Dia lebih suka melihat realita meskipun ancur. That’s kind a cool! Punya sikap, great attitude…tipe yang kaya gini gak akan pernah bingung mau berdiri disisi sebelah mana. I like that…

Jadi, buat yang mo nonton Watchmen harap diingat: ini bukan film yang penuh dengan aksi tonjok-tonjokan or kejar-kejaran mobil super and unjuk kebolehan kekuatan-kekuatan super layaknya film superhero lainnya.

Tapi, jangan lupa pasang telinga dan per-ha-ti-kan baik2…you’ll learn something for sure…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s